#Obrolinaja : Saat lelah, enaknya ngapain, ya?
#Obrolinaja : Saat lelah, enaknya ngapain, ya?
Lelah, satu kata yang seringkali ingin diucapkan, tapi jarang terlontar. Mendapatinya, seperti jadi bumerang untuk diri sendiri, ‘hei, masih banyak yang lebih lelah’, jadi penangkal paling jitu untuk tak lagi mengeluhkan sesuatu yang tidak perlu...
Hmmmm, bukankah lelah suatu kewajaran? Jika kamu berpikiran sama dan bingung gimana seharusnya? Tenang, kamu ga sendirian, kok,....
Tanggungjawab di rumah kok ga selesai, tugas kuliah yang semakin numpuk, Deadline di kantor yang kejar2an, pengeluaran makin banyak, pemasukan enggak ada, group whatsapp rame sama orang dagang, teman seper taman kanak kanak udah terbang ke Jerman, dan masih banyak lagi.
Uhhh,rasanya lelah mendengar percakapan pemikiran sendiri, sudah terlalu lelah melihat pekarangan orang lain yang melulu terlihat Indah, ktanya sih, badannya lagi lelah, tapi deretan pertanyaan terus dilontarkan dan ditembakkan ke diri sendiri.
Maksudnya, kita lagi bunuh diri, ya?
Sudahi sudahi, seduh kopimu, dulu, setel musik akustik yang biasa kau putar lewat ponsel pintarmu ....
Lelah itu wajar, dilepasin aja, dikeluarin, diteriakin, kali kali jujur deh sama diri sendiri. Tapi, bukan berarti teriak di depan umum sambil menjelaskan ke semua. Hei, mereka ga begitu mendengarkan apalagi peduli. Kontributor terbesar penolong dirimu, yaa, kamu dan mindsetmu sendiri.
Keyword insecurity yang semakin marak, jadi peluru paling ampuh saat diri sendiri gak bisa jadi orang lain. Kita harus segera punya obat dan tameng kuat, beberapa hal yang sudah kita lakukanpun layak diapresiasi, kok. Meski, sekadar oleh diri sendiri.
‘perjalanan setiap pengembara berbeda, jangan samakan, jangan dibandingkan!’ kita akan jadi hebat dengan diri kita sendiri.
Tetang keluhanmu, kamu gak sendiri, kok.
Tentang kelebihanmu, kamu akan jadi hebat dengan porsimu.
Tentang pemeran utama, kita berada di lembaran judul cerita yang beda, kan?
Jadi, sudahi lelahnya, yaa...
Ngopi aja yuk, gimana?

Komentar
Posting Komentar